Informasi

Segala Pengurusan Kepegawaian Tidak Dipungut Biaya Apapun...; Melayani Dengan Peduli Ikhlas dan Bertanggung Jawab Melayani Dengan Peduli Ikhlas dan Bertanggung Jawab Visi BKN : Menjadi Pembina dan Penyelenggara Manajemen Kepegawaian yang Profesional dan Bermartabat Segala Pengurusan Kepegawaian Tidak Dipungut Biaya Apapun...; Segala Pengurusan Kepegawaian Tidak Dipungut Biaya Apapun...; Melayani Dengan Peduli Ikhlas dan Bertanggung Jawab Melayani dengan Peduli, Iklas dan Bertanggungjawab ... ;
Kamis, 05 Maret 2020 - 22:13:02 WIB

Tingkat Ketidakhadiran Peserta SKD Serta Upaya Antisipasinya


Diposting oleh : Teamweb
Kategori: Kepegawaian - Dibaca: 1.140 kali

Tingkat Ketidakhadiran Peserta SKD Serta Upaya Antisipasinya
Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Formasi tahun 2019 telah usai digelar. Di wilayah kerja Kanreg I BKN Yogyakarta, jumlah pelamar lolos seleksi administratsi sebanyak 330.659 orang yang tersebar pada 42 instansi daerah yang ada di Jawa Tengah dan DIY. Jumlah ini naik bila dibandingkan dengan jumlah peserta tahun sebelumnya. Kenaikan jumlah pelamar/peserta seleksi CPNS dapat terlihat dari semakin meningkatkannya minat para pencari kerja untuk menjadi bagian dari abdi negara, juga dikarenakan faktor lulusan perguruan tinggi yang terus bertambah.
 
Berdasarkan data dari Badan Pusat statistik (BPS), per Agustus 2019 jumlah para pencari kerja lulusan universitas mencapai 5,67 % dari total angkatan kerja sekitar 13 juta orang. Hal ini terjadi dikarenakan bertambahnya angkatan kerja yang tidak terserap sepenuhnya oleh lapangan kerja. Khusus bagi palamar CPNS jumlah ini tentu bertambah. 
 
Selain akan dikejar oleh para pencari kerja, pelamar CPNS juga ditambah dari para mereka yang sejatinya sudah bekerja namun menginginkan perubahan karier menjadi PNS. Tak pelak, jumlah angkatan kerja yang bersaing memerebutkan kursi CPNS tidak hanya terpaku paku pada angka 5,67% melainkan jauh lebih dari itu. Sesuai data yang dikeluarkan BKN, jumlah total yang mengikuti SKD formasi 2019 adalah sebanyak 3.361.802 peserta yang berarti menunjukkan angka 25,9 % dari jumlah total angkatan kerja lulusan universitas.
 
Banyaknya jumlah peserta yang lolos administrasi SKD ternyata dalam pelaksanaannya tidak sesempurna seperti yang diharapkan. Banyaknya jumlah peserta SKD yang terjadwal dalam realitanya tidak selinier dengan tingkat kehadiran saat pelaksanaan tes. Meskipun sampai saat ini belum ada data resmi yang menunjukkan jumlah ketidakhadiran peserta tes secara nasional, namun fenomena ini dapat terlihat pada sebaran titik lokasi tes yang menunjukkan tingginya jumlah peserta yang tidak hadir mengikuti SKD. 
 
Meneguhkan hal ini, pada beberapa waktu yang lalu Kepala BKN telah memberi perhatian pada tingginya tingkat ketidakhadiran peserta SKD kali ini. Kepala BKN menekankan bahwa fenomena ini patut menjadi perhatikan bersama mengingat jumlahnya yang cukup tinggi bila dibandingkan dengan pelaksanaan SKD tahun-tahun sebelumnya.
 
Menindaklanjuti hal tersebut Kepala BKN menyatakan sedang menyiapkan skema aturan yang nantinya akan mengatur ketentuan mengenai calon peserta SKD yang tidak hadir saat pelaksanaan tes dikarenakan hanya faktor coba-coba. Beberapa opsi dimunculkan mulai dari pemberian sanksi pencekalan keikutsertaan dalam pelamaran CPNS tahun depannya maupun opsi lain yang lebih serius.
 
Mengapa tingkat ketidakhadiran peserta SKD CPNS formasi 2019 cenderung tinggi? Menurut beberapa kalangan, beberapa potensi penyebab ketidakhadiran peserta SKD diantaranya distimulan karena aksi coba-coba. Selain itu, faktor jauhnya lokasi tes dengan tempat tinggal calon peserta tes menjadi pemicu lain, serta kurang terdeteksinya potensi permasalahan terkait ketidakkehadiran peserta tes.





Berita Terkait